Sementara itu, Gini Ratio—yang mengukur ketimpangan ekonomi, turun menjadi 0,287, menunjukkan distribusi ekonomi yang semakin merata.
Nilai tukar petani juga mengalami peningkatan, menandakan sektor pertanian yang semakin kuat.
Prestasi lain yang tidak kalah membanggakan adalah posisi Sumbar sebagai provinsi nomor dua terbaik dalam perencanaan pembangunan nasional dengan nilai 94,59, hanya sedikit di bawah Jawa Barat (Jabar).
Pencapaian ini membuktikan efektivitas kebijakan pembangunan yang diimplementasikan oleh Pemprov Sumbar.
Meski telah mencapai banyak prestasi, Pemprov Sumbar menyadari masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut.
Salah satu fokus utama adalah memastikan kualitas pendidikan yang merata di seluruh wilayah Sumbar, termasuk di daerah-daerah terpencil.Upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi guru, pembaruan metode pembelajaran, serta pengembangan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas dalam agenda pembangunan provinsi ini.
Dengan pendekatan yang komprehensif, diharapkan kualitas pendidikan di Sumbar dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan manusia secara keseluruhan.
"Berbagai capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar, tetapi juga menjadi motivasi saya bersama Gubernur Mahyeldi untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam membangun daerah agar semakin maju dan bersaing di kancah nasional maupun internasional," tuturnya. (*)
Baca berita terkait Pemprov Sumbar lainnya di Google News
Editor : Wanda Nurma Saputri