Menurutnya, memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan dan kemurahan hati. “Dengan memaafkan, kita membebaskan diri dari beban dendam dan kebencian serta memulai kembali dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih,” katanya.
Ia menegaskan bahwa memaafkan dapat memperkuat hubungan sosial serta membangun keharmonisan dan kedamaian. “Allah SWT berfirman bahwa bersabar lebih baik, dan memaafkan lebih baik daripada sekadar meminta maaf,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa menghilangkan amarah dan dendam adalah bagian dari keutamaan seorang mukmin. “Kesabaran adalah jalan terbaik yang diajarkan oleh Allah SWT. Kita diajarkan untuk menahan amarah, menghindari prasangka buruk, serta selalu mencari jalan damai dalam setiap perbedaan,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idulfitri sebagai awal bagi kehidupan yang lebih baik. “Mari kita lanjutkan semangat kebaikan yang telah kita lakukan selama Ramadan. Jadikan hari ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, serta terus menebarkan kasih sayang dan perdamaian di tengah masyarakat,” tutupnya.
Perayaan Idulfitri di Sergai pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Usai Salat Id, masyarakat saling bersalaman dan bermaaf-maafan. (Charles.S)Baca berita terkait Sumatera Utara lainnya di Google News
Editor : Wanda Nurma Saputri