Layar tidak hanya menghambat produksi melatonin, tetapi juga mengajarkan otak untuk mengasosiasikan tempat tidur dengan aktivitas lain, seperti menonton televisi.
Jika seseorang terbiasa melakukan berbagai aktivitas di tempat tidur, otaknya bisa mengalami kesulitan mengenali tempat tidur sebagai tempat untuk tidur. Akibatnya, tidur menjadi lebih sulit.
6. Menyebabkan Gangguan pada Mata
Banyak orang menonton televisi dalam kondisi gelap saat hendak tidur. Silau dari layar dapat menyebabkan ketegangan pada mata, sakit kepala, migrain, dan sindrom penglihatan komputer akibat terlalu lama menatap layar.
7. Berpotensi Menyebabkan Kenaikan Berat Badan
Memiliki televisi di kamar tidur dapat meningkatkan waktu menonton, yang sering kali berarti berkurangnya aktivitas fisik. Selain itu, paparan iklan makanan dapat mendorong kebiasaan makan berlebih, yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.8. Meningkatkan Kerentanan terhadap Iklan
Saat seseorang merasa lelah dan bersiap untuk tidur, otaknya menjadi lebih rentan terhadap pesan eksternal, termasuk iklan yang mendorong pembelian produk tertentu. Hal ini dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu.
Bagaimana Jika Tidak Bisa Memindahkan Televisi dari Kamar Tidur?
Jika memindahkan televisi dari kamar tidur tidak memungkinkan, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi dampaknya, seperti menggunakan fitur pemblokir cahaya biru, mengatur timer untuk mematikan televisi secara otomatis, serta mengurangi kecerahan layar.(*)
Editor : Wanda Nurma Saputri