Namun, perawatan atap datar cukup sulit, terutama jika terdapat kesalahan teknis saat pembangunan atau kemiringan yang kurang tepat, yang bisa menyebabkan kebocoran.
Oleh karena itu, perencanaan yang tepat sangat diperlukan saat menggunakan atap jenis ini.
4. Atap Standar
Jenis atap keempat adalah atap sandar. Atap ini hanya memiliki satu kemiringan, berbeda dengan atap pelana atau limasan yang memiliki dua atau lebih kemiringan.
Secara tradisional, atap sandar digunakan untuk menambah ruang seperti gudang atau beranda. Namun, saat ini atap ini juga diterapkan pada atap utama bangunan karena desainnya yang sederhana dan efisien.
Kelebihan atap sandar adalah bahwa rangkanya tidak membutuhkan struktur yang terlalu kompleks. Namun, jika digunakan untuk bangunan besar, perbedaan ketinggian dinding antara sisi yang tinggi dan sisi yang pendek dapat menyebabkan tampilan fasad bangunan yang tidak seimbang.Itulah beberapa jenis atap yang populer saat ini, beserta kelebihan dan kekurangannya.
Pada akhirnya, pemilihan jenis atap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bangunan.
Semoga informasi ini bermanfaat. (*)
Kamu Bisa Dapatkan DANA Kaget setiap hari, bergabunglah di Grup Telegram DANA Kaget.
Editor : Wanda Nurma Saputri