Jenis atap kedua adalah atap limasan. Atap limasan mirip dengan atap pelana, tetapi keempat sisi atapnya miring.
Atap limasan cocok untuk bangunan dengan bentuk persegi atau kotak.
Ada beberapa variasi atap limasan, seperti limasan sederhana, limasan piramida silang, dan setengah limasan.
Kelebihan atap limasan adalah ketahanannya yang lebih kokoh karena lebih stabil dibandingkan atap pelana, sehingga sangat cocok untuk wilayah tropis yang memiliki curah hujan tinggi.
Namun, karena atap limasan membutuhkan lebih banyak material, biaya pembuatan atap ini pun lebih tinggi.
Selain itu, jika atap limasan dilengkapi dengan bukaan atau jendela di atasnya, sambungan antara rangka dan penutup atap harus diperhatikan dengan baik untuk menghindari kebocoran.3. Atap Datar atau Flat
Jenis atap ketiga adalah atap datar atau flat. Atap datar yang paling umum kita temui adalah atap dak beton. Atap ini memiliki kemiringan yang sangat sedikit, bahkan hampir datar.
Atap datar memberikan efek minimalis pada tampilan bangunan dan sangat cocok bagi Anda yang menyukai desain sederhana.
Selain itu, atap ini memungkinkan kita untuk memanfaatkan area di atasnya sebagai ruang tambahan, seperti taman atap atau tempat penyimpanan air.
Editor : Wanda Nurma Saputri