
KUPASONLINE.COM - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah menerima kunjungan kerja dari Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sigit Karyawan Yunianto, pada Selasa (25/2/2025). Kunjungan yang berlangsung di kantor DLH Kalteng ini bertujuan untuk meninjau kepatuhan pelaku usaha di sektor perkebunan dan pertambangan terhadap regulasi lingkungan.
Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas DLH Kalteng, Tarmidji, menyambut langsung kedatangan Sigit mewakili Kepala DLH Kalteng, Joni Harta. Dalam pertemuan tersebut, Tarmidji memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan DLH Kalteng guna memastikan bahwa setiap izin pembukaan lahan telah melalui evaluasi ketat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
"Kami memastikan bahwa setiap perizinan wajib mematuhi prinsip perlindungan lingkungan, dilengkapi dengan instrumen pengelolaan yang tepat, serta adanya mekanisme sanksi bagi pelanggar. Selain itu, kami juga terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan," ujar Tarmidji.
Menanggapi hal ini, Sigit Karyawan Yunianto menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah dalam pengelolaan lingkungan, terutama pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ia menegaskan bahwa kemudahan investasi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan."Harus ada keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan ekosistem. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan terhadap regulasi harus diperketat," tegas Sigit.
DLH Kalteng berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak guna memastikan pembangunan di Kalimantan Tengah tetap berjalan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya alam.(wda)
Baca berita terkait Kalimantan Tengah lainnya di Google News
Editor : Wanda Nurma Saputri