Widodo menjelaskan bahwa isi Pancasila dari sila pertama sampai sila ke lima memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya yang harus dipahami masyarakat dan di amalkan/dijalankan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dalam kehidupan sehari hari. Semua telah diatur dan dilindungi dalam butir butir Pancasila, termasuk kebebasan memeluk agama dan mejalankan agama sesuai kepercayaannya masing masing.
Pancasila sebagai Lambang Negara memiliki bingkai yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang mengandung arti berbeda beda namun tetap satu.
Sementara rakyat Indonesia memiliki keanekaragaman adat suku budaya dan agama, sehingga Pancasila di pandang tepat dan cowok sebagai landasan pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari pulau pulau dengan ragam adat suku budaya dan agama di satukan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan itu, anggota komisi II DPRD Lamsel tersebut mengajak masyarakat tidak gampang terpengaruh dari faham faham radikal seperti Komunis yang tidak mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa dan faham lainnya oleh oknum oknum yang bertujuan mendoktrin/mempengaruhi masyarakat dengan Ideologi yang menyesatkan dan bertujuan memecah belah persatuan umat beragama berbangsa dan bernegara.
"Seperti contoh lagu mars Lampung Selatan yang kita dengar, Lampung Selatan sai bumi khagom mufakat sebagai pintu gerbang Jawa Sumatra terdiri dari bermacam adat suku dan budaya kokohkan persatuan bangsa, artinya kita semua yang ada di bumi Lampung kususnya Lampung Selatan ini, lahir di sini apapun suku dan agamanya mari bersama sama dengan tekad dan niat untuk membangun Kabupaten Lampung Selatan dengan Ideologi Pancasila dan UUD 45. Artinya Pancasila itu harus dijaga sebagai pedoman kita dalam berbangsa dan bernegara. Jadi mari kita amalkan nilai nilai luhur yang ada di sila dari Pancasila itu tadi". Pungkas Widodo. (Nzr)Baca berita tentang Lampung lainnya di Google News
Editor : Wanda Nurma Saputri