![]() |
Amran Tono |
Amran juga menilai penamaan neraka dan setan pada makanan tersebut juga bersifat musiman, bukan hak paten pada nama sebuah produk. "Jadi gak usah dipermasalahkan. "Saya rasa tak perlu dibesar-besarkan. Biarkan mereka berdagang, asal bahan yang digunakan tidak merusak kesehatan,"katanya.
Ia mengatakan, untuk tetap bertahan atau eksis, para pedagang memang harus terus melakukan inovasi terhadap produk yang mereka jual, termasuk dalam hal penamaan yang menarik bagi pembeli. "Mungkin nama-nama makanan semacam itu menjadi daya tarik. Yang jelas kan makanan yang dijual terbuat dari bahan yang halal," ungkapnya.(*/ags) Editor : Sri Agustini